Tiga generasi berderet mengharap masa depan lebih baik. Tak cukup melihat, bukan? Action!
"Kehidupan pinggir jalan tidak menjadikan aku kreatif, yang ada hanya bau knalpot", demikian bunyi poster itu.









Pesona Bandung memang tiada habisnya, kota yang sering disebut Paris Van Java ini memiliki keunikan tersendiri dibanding kota-kota lainnya. Bandung tersohor sebagai kota sejarah dengan Bandung Lautan Apinya, peninggalan gedung-gedung tua seperti yang telah kita hadirkan merupakan peninggalan yang tak ternilai harganya.
Jalan Braga menjadi salah satu bentuk kesaksian kejayaan Bandung tempo dulu, selain nilai sejarah yang ada Bandung juga menjadi tujuan wisata belanja dan kuliner yang luar biasa. Lihat saja hari-hari ketika weekand tiba jalanan kota kembang tidak akan pernah sepi oleh pengunjung baik dari luar kota maupun dalam kota Bandung itu sendiri.
Bersama Team Bidik Bandung (TBB) beberapa waktu yang lalu kita telah mengangkat fenomena Jl. Braga sebagai topik utama dalam penulisan blog perdana kita. Dalam liputan tersebut memang kita sengaja menampilkan lebih banyak gambar daripada bentuk tulisan. Gambar menurut TBB akan lebih menampilkan wajah braga secara nyata dan obyektif, pembaca dapat menafsirkan dan menyimpulkan sendiri tentang braga daripada bentuk tulisan yang menurut kami terlalu subyektif.
Dalam penerbitan pertama tersebut TBB sangat mengakui adanya kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam menampilkan potret jalan Braga. TBB terbuka dengan segala macam kritik yang pembaca sampaikan. kedepan harapan kami dapat lebih menampilkan liputan- liputan lain yang lebih bermakna dan berbobot agar pesan yang ingin kita sampaikan lebih mengena kepada pembaca yang budiman.
TBB pada saat tulisan ini diturunkan sebenarnya baru saja mencoba membidik Jl. Braga ketika sore dan malam hari, akan tetapi terjadi kendala teknis dilapangan yang tidak bisa kami hindari (hujan dan ketidakmampuan kamera membidik obyek tanpa cahaya) sehingga hasil liputan tidak bisa kami tampilkan dengan segera. Harapannya fenomena Jl. Braga dengan kehidupan malamnya dapat kami tampilkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Braga Titik Nol yang menjadi nama web kami dikarenakan Braga adalah tempat pertama kami untuk mencoba menampilkan diri, titik nol memiliki makna permulaan untuk berbuat sesuatu, sehingga nama itu dipilih sebagai nama website kami. Dalam era keterbukaan seperti sekarang ini jurnalisme tidak lagi terikat dengan aturan-aturan yang dibuat lembaga-lembaga kekuasaan (era kebebasan pers), warga masyarakat dari golongan dan lapisan manapun bebas menampilkan fenomena yang memiliki nilai berita.
Perkembangan media baik cetak maupun elektronik menjadi media yang paling ideal bagi golongan masyarakat yang ingin membagi informasi atau berita maka munculah istilah baru dengan sebutan citizen jurnalisme. Barangkali kamilah bagian dari fenomena tersebut. Wadah bagi orang-orang yang tidak terwadahi dalam media formal biasa (suratkabar dan televisi).
Citizen jurnalisme memiiki kelebihan tersendiri dibanding media konvensional, Berita yang lebih obyektif, unik, apa adanya, dan interaksi dengan masyarakat yang lebih setara (saling berkomentar dan membagi informasi misalnya). Fenomena Citizen jurnalisme menjadi pemacu bagi kami untuk terus menampilkan fenomena-fenomena lain di kota kembang yang ingin diketahui pembaca sekalian. (jemz-srigunting)